Friday, September 27, 2013
Tempat wisata yang unik di wonosobo
Kawasan komplek candi ini merupakan salah satu objek wisata yang ada di daerah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Letaknya yang berada di dataran tinggi bekas letusan gunung berapi, menambah eksotisnya candi – candi ini. Merupakan kumpulan candi peninggalan Dinasti Sanjaya yang dibangun pada abad ke 8 sampai dengan abad ke 13. Dimana candi ini terbagi atas beberapa candi seperti Candi Arjuna, Candi Dwarawati, Candi Gatot Kaca, dan Candi Bima serta dilengkapi dengan beberapa kelompok candi kecil yang mempunyai nama yang berbeda – beda pula.
lebih jelasnya liat videonya
Tempat wisata unik di wonosobo
Kawasan komplek
candi ini merupakan salah satu objek wisata yang ada di daerah Kabupaten
Wonosobo, Jawa Tengah. Letaknya yang berada di dataran tinggi bekas
letusan gunung berapi, menambah eksotisnya candi – candi ini. Merupakan
kumpulan candi peninggalan Dinasti Sanjaya yang dibangun pada abad ke 8
sampai dengan abad ke 13. Dimana candi ini terbagi atas beberapa candi
seperti Candi Arjuna, Candi Dwarawati, Candi Gatot Kaca, dan Candi Bima
serta dilengkapi dengan beberapa kelompok candi kecil yang mempunyai
nama yang berbeda – beda pula.
lebih jelasnya liat videonya
http://www.youtube.com/watch?v=62uNPjOyp4o
lebih jelasnya liat videonya
http://www.youtube.com/watch?v=62uNPjOyp4o
Thursday, September 26, 2013
Kenapa kalo kita bersin Matanya selalu tertutup..?
Bermacam-macam penyebab bersin, bisa karena alergi, kemasukan debu,
atau karena sedang flu. Tetapi, hampir dipastikan, saat bersin semua
orang matanya selalu tertutup, dan sangat mustahil bersin dengan mata
terbuka, apalagi melotot. Kenapa demikian, yah?
Dalam istilah medis bersin adalah ‘sternutatory reflex’, yaitu suatu refleks yang membuat seseorang bersin. Bersin merupakan suatu kegiatan yang positif, karena memiliki fungsi membersihkan faring (rongga antara hidung, mulut, dan tenggorakan).
Meskipun terlihat sederhana, bersin merupakan salah satu tindakan tubuh yang sangat rumit. Secara teknis bersin diproduksi bila adanya kontak dengan iritasi di mukosa hidung, sehingga merangsang saraf trigeminal. Nantinya, bisa merangsang pons dan medullai di otak, yang pada gilirannya memicu reaksi saraf tambahan.
Selama bersin akan terjadi stress yang luar biasa pada tubuh, tekanan udara yang cukup penting terletak pada mata.
Tekanan tambahan tersebut memang tidak akan membuat mata copot atau keluar, tapi akan membuat mata merasa tidak nyaman. Sehingga, secara refleks seseorang akan menutup matanya saat bersin sebagai bentuk perlindungan.
Selain itu, adanya dorongan saat seseorang akan bersin mempengaruhi berbagai organ tubuh termasuk perut, dada, leher, dan wajah.
Saat bersin impuls atau rangsangan akan berjalan melalui wajah seseorang yang juga menyebabkan kelopak mata menutup atau berkedip. Respons ini bersifat otomatis atau tidak bisa dikontrol.
Banyak memang beredar mitos seputar bersin, diantaranya:
1. Pada zaman kuno banyak orang yang mempercayai, bahwa jiwa seseorang terbuat dari udara dan berada di dalam kepala. Karenanya, bersin dianggap sebagai sebuah kegiatan yang akan mengusir jiwa seseorang.
2. Pada abad pertengahan, beredar mitos yang menuturkan, bahwa sakit sedikit saja bisa menimbulkan kematian, sehingga masyarakat menganggap, bahwa suara bersin adalah sesuatu yang menakutkan. Dan masyarakat berusaha untuk melindungi hidungnya dari sebuah penyakit atau kematian.
3. Saat ini beberapa orang mempercayai, bahwa jantung akan berhenti saat seseorang bersin, hal ini adalah mitos. Diduga mitos ini berkembang karena saat bersin dada akan mengembang, tekanan terbangun, dan kemudian dilepaskan oleh dada. Perubahan tekanan ini bisa menyebabkan perubahan dalam aliran darah yang menyebabkan perubahan irama jantung.
Saat seseorang bersin, maka lendir atau benda-benda asing yang ada di mulut dan hidung akan keluar dengan kecepatan 161 km/jam. Karena itu, sebaiknya masyarakat tidak perlu menahan bersin, karena ada bahaya-bahaya tertentu yang bisa terjadi jika bersin tersebut ditahan
Dalam istilah medis bersin adalah ‘sternutatory reflex’, yaitu suatu refleks yang membuat seseorang bersin. Bersin merupakan suatu kegiatan yang positif, karena memiliki fungsi membersihkan faring (rongga antara hidung, mulut, dan tenggorakan).
Meskipun terlihat sederhana, bersin merupakan salah satu tindakan tubuh yang sangat rumit. Secara teknis bersin diproduksi bila adanya kontak dengan iritasi di mukosa hidung, sehingga merangsang saraf trigeminal. Nantinya, bisa merangsang pons dan medullai di otak, yang pada gilirannya memicu reaksi saraf tambahan.
Selama bersin akan terjadi stress yang luar biasa pada tubuh, tekanan udara yang cukup penting terletak pada mata.
Tekanan tambahan tersebut memang tidak akan membuat mata copot atau keluar, tapi akan membuat mata merasa tidak nyaman. Sehingga, secara refleks seseorang akan menutup matanya saat bersin sebagai bentuk perlindungan.
Selain itu, adanya dorongan saat seseorang akan bersin mempengaruhi berbagai organ tubuh termasuk perut, dada, leher, dan wajah.
Saat bersin impuls atau rangsangan akan berjalan melalui wajah seseorang yang juga menyebabkan kelopak mata menutup atau berkedip. Respons ini bersifat otomatis atau tidak bisa dikontrol.
Banyak memang beredar mitos seputar bersin, diantaranya:
1. Pada zaman kuno banyak orang yang mempercayai, bahwa jiwa seseorang terbuat dari udara dan berada di dalam kepala. Karenanya, bersin dianggap sebagai sebuah kegiatan yang akan mengusir jiwa seseorang.
2. Pada abad pertengahan, beredar mitos yang menuturkan, bahwa sakit sedikit saja bisa menimbulkan kematian, sehingga masyarakat menganggap, bahwa suara bersin adalah sesuatu yang menakutkan. Dan masyarakat berusaha untuk melindungi hidungnya dari sebuah penyakit atau kematian.
3. Saat ini beberapa orang mempercayai, bahwa jantung akan berhenti saat seseorang bersin, hal ini adalah mitos. Diduga mitos ini berkembang karena saat bersin dada akan mengembang, tekanan terbangun, dan kemudian dilepaskan oleh dada. Perubahan tekanan ini bisa menyebabkan perubahan dalam aliran darah yang menyebabkan perubahan irama jantung.
Saat seseorang bersin, maka lendir atau benda-benda asing yang ada di mulut dan hidung akan keluar dengan kecepatan 161 km/jam. Karena itu, sebaiknya masyarakat tidak perlu menahan bersin, karena ada bahaya-bahaya tertentu yang bisa terjadi jika bersin tersebut ditahan
Subscribe to:
Comments (Atom)