Sunday, August 18, 2013

Produk Jepang yang Unik Tapi Bermanfaat

Orang-orang di Jepang bahkan memiliki kosakata khusus untuk hal ini, “chindogu”, berarti penemuan yang secara teknis praktis, tetapi benar-benar eksentrik dalam eksekusinya. Produk-produk tersebut begitu aneh dan tidak benar-benar dimaksudkan untuk diproduksi. Meski demikian ada cukup banyak produk Jepang dengan tampilan aneh yang memiliki daya guna. Berikut 10 Produk Jepang yang Unik Namun Bermanfaat,

1. Banana Keeper

Sering kesal karena pisang yang kamu simpan di dalam tas menjadi hancur dan lumat karena tertindih sesuatu , hingga akhirnya meninggalkan noda dan lengket? Alat ini adalah solusinya!

2. Urusakunai Kara OK! Mute Microphone USB

Dari segi bentuk tentu sudah terlihat aneh, lantas bagaimana dengan fungsinya? Produk ini sangat cocok bagi kamu yang takut mendengar suara sendiri ketika sedang bernyanyi, apalagi konser tunggal dikamar mandi atau sekedar tidak ingin mengganggu tetangga dengan suara.

3. Dictionary Desk Pillow

Suka tidur di sembarang tempat tapi ingin terlihat elegan?Alih-alih membawa bantal berukuran besar, kamu bisa membawa bantal berbentuk mirip kamus ini ke manapun agan pergi.

4. Photograph Yourself Arm

Merasa kesulitan memotret diri sendiri? Aksesoris ponsel ini akan membantu agan. cocok banget kayak ane yg suka narsis.

5. Easy Butter Former

Mengoleskan mentega ke atas roti sudah terlalu kuno. Kini agan bisa menyulap mentega biasa menjadi helaian rambut dengan alat ini.

6. Sound-Catch Cubic Pillow

Tak hanya berfungsi sebagai bantal, perangkat ini juga memungkinkan agan untuk mendengarkan musik tv show sembari berbaring. Cocok bagi kamu yang sedang ingin bermalas-malasan atau tidak enak badan.


7. Office Paper to Toilet Paper Machine


Seperti namanya, mesin ini akan mengubah office paper menjadi toilet paper. Cukup tambahkan air dan tunggu hingga 30 menit. Selain menghemat pengeluaran juga ramah lingkungan.

8. Cupmen Instant Noodle Holder

Sederhana namun cukup bermanfaat. Kini tak ada lagi sumpit yang terjatuh ketika diletakkan di atas cup noodle. Yang lebih menarik, figurine ini akan berubah warna setelah 3 menit. Tak perlu mengecek jam atau ponsel untuk melihat apakah mie sudah matang.

9. Kuru Kuru Nabe (Self-Stirring Pot)

Tak perlu menggunakan sihir untuk melakukan ini. Panci ini menggunakan inersia air untuk memanaskan lebih cepat dan lebih efisien, seperti sihir. Selain itu makanan juga berkonsentrasi menuju bagian tengah panci, sehingga lebih mudah untuk menyaring kelebihan busa atau menghindari lengket ke pinggiran panci.

10. Summer Cooling Sprays

Ada begitu banyak produk untuk menghilangkan gerah dan panas. Semprotan pendingin ini mungkin lebih terlihat aneh, sepertai krim pencukur, tapi menurut yang pernah mencobanya produk ini cukup efektif.

Fakta unik di balik proklamasi

Kemeriahan upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 mungkin tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan proklamasi kemerdekaan negara lain. Ikrar kemerdekaan bangsa dibacakan dalam kondisi prihatin dan sangat sederhana. Meski begitu, tidak seperti negara-negara lain, kemerdekaan bangsa ini diperoleh atas usaha sendiri, bukan pemberian bangsa lain. Selain itu, banyak cerita uniknya pula.
Berikut beberapa di antaranya

Bung Karno sakit dan tidak berpuasa
Meski saat itu bulan puasa Ramadan, namun saat itu Bung Karno tidak berpuasa karena sakit akibat gejala malaria tertian. Pada pagi hari 17 Agustus 1945, Bung Karno dibangunkan dr Soeharto dan mengeluh badannya greges-greges.
Dia kemudian disuntik dan minum obat. Setelah itu tidur lagi dan baru bangun pada pukul 09.00 WIB. Setelah melakukan upacara proklamasi pada pukul 10.00 WIB, Bung Karno kembali ke kamar untuk istirahat.
Sebenarnya, Indonesia bisa mempunyai lebih dari dua proklamator (Bung Karno dan Bung Hatta). Usai penyusunan naskah Proklamasi selesai disusun di rumah Laksamana Maeda, Jln. Imam Bonjol No.1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir di rapat yakni Bung Hatta, Bung Karno, Achmad Soebardjo, Sajuti Melik, dan Soekarni untuk ikut menandatangani teks proklamasi.
Tapi usul itu ditolak Soekarni. Dan, Bung Hatta hanya bisa menggerutu, karena melihat teman-temannya tidak mau ikut membuat sejarah.

Bendera dari kain sprei
Sebelum 16 Agustus 1945, Istri Bung Karno, Fatmawati, sebenarnya sudah membuat bendera merah putih. Tapi bendera itu dianggap terlalu kecil karena panjangnya hanya 50 cm. Fatmawati lalu membongkar lemarinya dan menemukan selembar kain sprei putih, tapi tidak ada kain merah.
Lalu seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo berkeliling dan mendapatkan kain merah milik penjual soto. Kain tersebut dibeli dan diberikan ke Fatmawati. Bendera baru berukuran 276×200 cm itu pun dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di tiang bambu sederhana.

Draft proklamasi hilang
Draft teks proklamasi ditulis tangan di secarik kertas oleh Bung Karno dengan didikte oleh Bung Hatta. Anehnya, setelah acara selesai, dokumen penting itu hilang. Ternyata kertas tersebut terbuang di tempat sampah.
Beruntung, wartawan BM Diah menemukannya. Dia menyimpannya dan baru menyerahkan ke pemerintah pada 29 Mei 1992. Artinya, draft tersebut sempat menghilang selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.

Negatif film disimpan di bawah pohon
Upacara proklamasi diabadikan oleh fotografer Frans Mendoer. Begitu upacara selesai, Frans didatangi tentara Jepang yang ingin merampas negatif film gambar tersebut. Frans berbohong dengan mengatakan negatifnya sudah diserahkan ke Barisan Polopor.
Padahal, negatif film momen penting tersebut ditanamnya di bawah pohon di halaman kantor Harian Asia Raja. Andai negatif film tersebut sempat dirampas Jepang, tentu kita tak akan pernah bisa melihat momen dramatis peristiwa proklamasi yang bersejarah.